Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Budidaya Cempedak Dalam Pot

Cara Budidaya Cempedak Dalam Pot – Pohon buah cempedak di Indonesia hampir sama dengan pohon buah nangka yang membedakan kedua tanaman ini hanyalah bentuk dan ketebalan daunnya.

Cara Budidaya Cempedak Dalam Pot

Selain itu, pohon cempedak merupakan tanaman buah yang berbuah secara berangsur-angsur yaitu dalam 1 periode, cempedak bisa mengalami panen sebanyak 3 – 5 kali.

Cempedak bagi anda penggemar buah – buahan khas Indonesia tentu sudah tak asing lagi dengan buah yang satu ini.

Mempunyai buah yang harum menyerupai buah nangka matang di pohon dan terkadang aromanya sangat menusuk seperti daging buah durian. Cempedak merupakan tanaman buah – buahan yang berasal dari famili Moraceae, pohonnya besar dan rindang, berwarna hijau, dan mampu tumbuh hingga mencapai ketinggian 20 meter.

Ranting dan pucuk pohon mempunyai bulu – bulu halus, berwarna cokelat dan berumah satu.

Daun tanaman cempedak berbentuk tipis dan agak kaku seperti kulit, bertangkai, bulat telur terbalik sampai jorong, rata – rata ukuran lebar sekitar 2,5 – 5 × 5 – 25 cm, bertepi rata (integer, utuh), dengan pangkal berbentuk pasak hingga membulat, dan ujung meruncing (acuminate).

Kayunya berkualitas bagus, sangat kuat dan awet, sehingga kerap dimanfaatkan sebagai kayu bangunan, bahan perabotan rumah, atau bahan membuat perahu.

Kulit kayunya yang berserat berfungsi sebagai bahan tali, dan getahnya bagus untuk memukat burung. Dari kayunya tersebut dihasilkan bahan pewarna kuning yang bagus dimanfaatkan untuk mengatasi penyakit gabak.

Meskipun sekilas lihat buah cempedak merupakan buah yang mempunyai bentuk dan aroma menyerupai buah nangka, namun kedua jenis buah ini adalah berbeda.

Perbedaan tersebut terletak pada buah cempedak memiliki ukuran buah relatif lebih kecil dibandingkan dengan buah nangka, dan daging buah cempedak ukurannya lebih kecil dan berbentuk bulat cantik, dan aroma buah cempedak lebih tajam dibandingkan dengan aroma buah nangka.

Budidaya pohon buah cempedak saat ini sedang menjadi fokus penelitian beberapa ahli pertanian agar diperoleh tanaman cempedak yang cepat berbuah dan menghasilkan buah-buah yang lebat, dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti halnya dengan cara menanam pohon buah nangka.

Saat ini, banyak dijumpai tehnik mengkawinkan campedak dan nangka yang disebut dengan istilah nangkadak, merupakan buah nangka dengan rasa cempedak.

Seperti halnya pohon buah nangka, pohon cempedak sangat mudah ditanam dengan berbagai cara, salah satunya adalah melalui tehnik tabulampot pohon cempedak yang bisa tumbuh, berbunga dan berbuah seperti bonsai buah.

Seperti diketahui bahwa mempunyai pohon cempedak di pekarangan rumah tentunya mengasyikkan sekali ketika musim panen buah tiba dimana anda bisa memetik buah cempedak ranum dari pohon untuk bisa anda santap dalam kondisi segar atau diolah menjadi makanan atau minuman yang mampu menggugah selera makan anda dan keluarga.

Diketahui bahwa daerah penyebaran buah cempedak adalah terpusat pada kepulauan Indonesia, Malaysia, Sumatera, Puncak (Jawa Barat) dan Thailand. Buahnya selan berasa lezat juga kaya akan kandungan zat – zat kimia seperti kaya vitamin A dan C dan kaya akan kandungan mineral, kalsium dan fosfor.

Manfaat dari buah cempedak sangat banyak sehingga saat ini buah cempedak terkenal sebagai buah komersil yaitu bisa diolah menjadi dodol cempedak, selai cempedak, sari buah cempedak, manisan cempedak, sirup dan lain sebagainya. Bahkan pada beberapa kedai makan tradisional di Padang, buah cempedak kerap dimanfaatkan sebagai sambal pendamping ikan bakar yang berasa gurih.

Teknik Budidaya Cempedak dalam Pot

Bagi anda yang berminat menekuni budidaya cempedak dalam pot (disarankan memakai biji untuk lebih mudah tumbuh), silahkan membaca caranya di bawah ini yang kami rangkum dari beragam sumber :

1). Siapkan terlebih dahulu tempat semai biji, boleh dengan cara membuat bedengan, tetapi disarankan untuk menggunakan pot beton tanaman hias di rumah yang berukuran lebar 30 cm dan panjang 1,3 meter.

Campurkan media semai yang terdiri dari tanah yang dicampur kompos atau arang sekam padi. Perbandingannya adalh 1:1 dan diaduk sampai tercampur rata.

2). Setelah itu media tanam tersebut harus rajin anda siram dengan air sampai tergenang, boleh diaduk atau boleh juga tidak, tunggu sampai air meresap dan permukaan media tanah kering lembab /air tidak tergenang.  

3). Semaikan biji – biji cempedak. Semailah sekitar 30 biji lebih, dengan 3 baris ke samping dan 10 baris memanjang. Jarak satu biji ke biji lainnya sekitar 10 centimeter, kondisi ini untuk mempermudah pengambilan bibit kalau sudah tumbuh dan berkecambah.

4). Biji – biji cempedak cukup diletakan dipermukaan saja. Setelah selesai meletakan semua biji cempedak, taburi dengan media sekitar kedalaman biji 5 cm.

5). Tutup semaian biji/bedengan dengan menggunakan daun pisang atau pelastik bening.

Perawatan Tabulampot Cempedak

Penyiraman. Tabulampot yang telah berhasil harus diletakkan pada tempat terbuka dan banyak mendapat cahaya matahari.

Pada musim kemarau, penyiraman penting dilakukan setiap hari yaitu pada waktu pagi atau sore hari. Pada musim hujan, penyiraman dilakukan seperlunya saja yaitu saat media tanam tampak kering. Penyiraman memakai selang air atau gembor.

Apabila anda membudidayakan tabulampot dalam jumlah banyak, penyiraman dilakukan dengan cara diprogram dengan membuat sistem irigasi.

Sistem irigasi yang bagus adalah irigasi tetes karena irit tenaga kerja, hemat air dan mudah dikontrol tapi membutuhkan investasi yang cukup besar.

Pemangkasan

Setelah pohon mulai tumbuh dengan sempurna, langkah selanjutnya yang perlu anda perhatikan adalah pemangkasan, terdapat tiga tujuan pemangkasan tabulampot pohon cempedak yaitu pemangkasan bentuk, pemangkasan produksi dan pemangkasan peremajaan.

Pemangkasan bentuk bertujuan untuk membentuk tajuk baru dan mengatur postur tanaman agar mudah terkena sinar matahari yang bisa menembus semua bagian tanaman. Kedua dan ketiga adalah pemangkasan yang terkait dengan estetika.

Memangkas yang benar untuk tanaman buah dalam bentuk tabulampot adalah 1 – 3 – 9. Artinya, dalam setiap 1 batang primer, maksimum anda melakukan pemangkasan sebanyak 3 batang sekunder dan dalam 1 batang sekunder maksimum terdapat 3 batang tersier.

Batang yang dibiarkan tumbuh adalah dalam kondisi sehat dan kuat, sekaligus mempunyai unsur estetika pada tanaman. Pemangkasan produksi berkaitan erat dengan fungsi produksi tanaman.

Pemangkasan ini dilakukan terhadap tunas air yang bertujuan untuk merangsang pembungaan menjadi cepat. Juga, pemangkasan dilakukan terhadap batang -batang yang terlihat berpenyakit.

Terakhir adalah pemangkasan peremajaan, harus dilakukan terhadap tanaman yang sudah berusia tua.

Pada tabulampot pohon cempedak yang sudah tua, biasanya dilakukan penggantian media tanam dan pot (repotting). Pada fase ini, beberapa cabang yang dianggap tidak perlu harus dipangkas, dan sisakan batang primer saja.

Seperti dijelaskan di atas, bahwa sebuah inovasi pangan terbaru telah berhasil dikembangkan oleh Margianasari dan Gregori G. Hambali tentang buah nangka berukuran kecil dan buah cempedak yang disilangkan dan menghasilkan jenis buah terbaru yang unik diberi nama nangkadak.

Nangkadak diketahui mewarisi sifat – sifat unggul dari buah nangka dan cempedak. Kulit nangkadak sangat mudah dikupas, merupakan sebuah karakteristik plus yang diwarisi dari buah cempedak asli. Adapun cita rasanya ketika digigit relatif lebih kenyal, renyah dan manis karena mewarisi kelebihan dari buah nangka.

Keunggulan lain dari persilangan pohon cempedak dengan pohon nangka yang dilakukan dalam pot adalah tidak hanya pada kulit dan cita rasa daging buahnya saja, juga tanaman ini dapat dipanen lebih banyak dalam setahun yaitu bisa dua atau tiga kali.

Hal inilah yang membuatnya menjadi lebih produktif dari jenis pendahulu. Sifatnya yang mampu beradaptif membuat tanaman ini dapat dibudidayakan secara komersil diberbagai pelosok daerah dengan ketinggian yang bervariasi.

Keunggulan lain dari pohon ini adalah sebagai tanaman genjah, umur dua tahun sudah mulai berbuah dan produksi buah mencapai 30 – 40 buah per periode panen. Bentuk buah silindris yaitu perpaduan nangka dengan cempedak. Bobot buah sedang 2 – 5 kg per buah dengan cara mengupas buah sangatlah mudah seperti mengupas buah cempedak asli yang tidak lengket di buah. Daging buah tebal dengan rasa yang sangat manis.

Cara budidaya cempedak dalam pot adalah bisnis UKM yang sedang populer saat ini digemari oleh petani buah berskala besar apalagi mampu menerapkan gabungan dari buah nangka unggul dengan buah cempedak yang unik dan khas.

Dimana menggabungkan keunggulan dari dua jenis pohon hal berbeda ini diharapkan mampu meminimalkan kelemahannya, merupakan strategi untuk bisa menjadi lebih unggul dalam aspek inovasi, adalah salah satu bidang yang menghasilkan inovasi terbaru pada bidang pertanian dan pangan yang patut untuk dikembangkan di masa depan.
BLOGIZTIC
BLOGIZTIC SEO Specialist yang menyukai berbagai informasi seputar teknologi informasi dan komputer.

Posting Komentar untuk "Cara Budidaya Cempedak Dalam Pot"