Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Teknik Budidaya Tanaman Hias Gerbera

Teknik Budidaya Tanaman Hias Gerbera – Gerbera adalah jenis tanaman hias yang berupa herba tidak berbatang.

Teknik Budidaya Tanaman Hias Gerbera

Pada umumnya masyarakat Indonesia mengenalt gerbera dengan sebutan gebras atau hebras.

Tanaman gerbera merupakan  satu diantara sekian tanaman hias yang berasal dari luar negeri dan diyakini berasal dari kawasan Afrika Utara Afrika Selatan dan Rusia.

Pada kesempatan kali ini, penulis ingin berbagi artikel tentang tata cara melakukan pembudidayaan tanaman hias gerbera. Berikut teknik-teknik yang perlu Anda ketahui :

Proses Pembibitan Gerbera

1). Syarat-syarat benih

Benih dipilih dari biji yg mempunyai daya tumbuh yang tinggi. Jika ingin membeli dari  toko, jangan lupa untuk selalu memperhatikan tanggal kadaluarsanya.

Bibit anakan gerbera didapatkan dari rumpun tanaman  yang anakannya banyak, tumbuhnya normal, induknya produktif berbunga, sehat dan berasal dari tanaman berjenis unggul.

2). Menyiapkan Benih

Benih yang berasal dari biji disemaikan terlebih dahulu sebelum Kita pindahtanamkan ke lapangan.

Penyemaian dapat Kita lakukan pada bak-bak penyemaian ataupun pot-potyang berukuran diameter kecil maupun yang cukup besar.

Sebaiknya media semai Kita berikan sungkup plastik agar menjaga kelembaban dan suhu udara tetap stabil serta terlindung terkena sinar matahari langsung.

Bibit yg didapat dari kultur jaringan jenis unggul secepatnya Kita masukkan ke dalam wadah yang  mengandung bahan sterilisasi Clorax sebesar 30 persen. Kemudian lakukan proses sterilisasi ini selama 20 menit.

Setelah sterilisasi degan Clorax selesai, segera Kita sterilisasi ulang dengan menggunakan HgCL2 sebesar 20 persen dengan waktu kurang lebih  5 menit, kemudian bilas dengan menggunakan air pam ataupun air sumur yang steril sebanyak 5 kali.

Teknik Melakukan Penyemaian Benih

1). Penyemaian pada bak persemaian

Pastikan untuk memilih lokasi dari tempat semai yang mendapatkan sinar matahari pagi ataupun di dalam ruangan yang mendapatkan cahaya buatan dengan daya 40 watt/m 2 .

Kemudian Kita menyiapkan media semai berupa campuran tanah yang subur dan halus ataupun pasir serta pupuk kandang yang telah matang dengan nilai perbandingan 1:1:1.

2). Penyemaian dengan anakan

Bibit anakan yang telah Kita bersihkan dari tanah, daun tua serta akar-akar, Kini siap untuk ditanam pada lahan pembibitan. Ukuran  jarak tanamnya adalah  5 x 10 cm.

3). Pemeliharaan Dari Pembibitan

Kita harus rutin untuk menyiram  setiap hari 1 atau 2 kali tergantung dari cuaca. Pemupukan Kita lakukan 3 minggu setelah penyemaian.

Larutan pupuknya terdiri dari 5 sampai 10 gram NPK dalam larutan air sebanyak 10 liter, sedangkan untuk pupuk daun,  konsentrasinya Kita sesuaikan dengan  yang dianjurkan.

4). Pemindahan Bibit

Bibit yang asalnya daril biji kini siap Kita pindahtanamkan setelah memiliki daun 3 sampai 5 helai.

Bibit yang berasal dari kultur jaringan  siap tanam apabila telah memiliki ukuran cukup besar, sedangkan bibit yang asalnya dari anakan siap Kita pindahtanamkan disaat bibitnya sudah cukup kuat.

Pengolahan Media Tanam

1). Persiapan

Pilih dan tentukan lahan yang strategis dan cocok, kemudian bersihkan dari gulma pengangu, lalu olah tanah cukup dalam hingga 30 cm hingga struktur tanah menjadi gembur. Kemudian diamkan dulu tanah olahan tersebut selama 10 sampai 15 hari.

2). Pembukaan Lahan

Tanah diolah dengan teknik yang persis dengan tahap persiapan di atas. Kemudian pasang tiang setinggi 100 sampai 150 cm pada sisi barat dan 80 sampai 100 cm pada sisi timur.

3). Pembentukan Bedengan

Bentuk bedengan dengan lebar sekitar 60 sampai 80 cm, tinggi sekitar 30 cm dan jarak antara bedengan sekitar 40 sampai 60 cm.

Kemudian Kita bikin parit keliling sebagai saluran pembuangan jika ada air yang lebih dan juga sebagai saluran irigasi ketika tanaman perlu pengairan.

4). Pengapuran

Pada tanah yang memiliki kemasaman tanah rendah (di bawah 5) perlu untuk kita tambahkan kapur pertanian seperti kalsit, dolomit, ataupun Zeagro. Dosisnya adalah dikisaran 1 sampai 4 ton/ha tergantung dari tingkat atau besaran pH dan jenis tanahnya.

5). Pemupukan

Di waktu proses pembuatan bedengan jangan lupa untuk menambahkan pupuk kandang sebanyak 20 sapai dengan 30 ton/ha yang kemudian Kita sebar secara merata, kemudian Kita campur dengan menggunakan tanah sambil dibalikkan.

Teknik Penanaman

1). Menentukan Pola Tanam

Lubang tanam dengan lebar dan dalam daun cangkul pada jarak tanam sekitar 20 sampai 25 sentimeter dalam barisan dan sekitar 35 sampai 40 sentimeter antar barisan.

2). Teknik menanam

Basahi terlebih dahulu lubang tanam hingga lembab, kemudian tanamk bibit dengan cara tegak pada tengah-tengah lubang tanamnya, kemudian sambil Kita padatkan tanah yang ada di sekitaran pangkal tanaman tersebut. Kemudian basahi dengan melakukan sedikit penyiraman.

Pemeliharaan Tanaman

1). Penjarangan dan Penyulaman

Jika ada tanaman yang mengalami kerusakan atau mati sedini mungkin sebaiknya Kita segera sulam ataupun ganti dengan tanaman yang kondisinya baik pada lubang yang sama.

2). Penyiangan

Bertujuan untuk membersihkan area sekitaran tanaman dari gulma pengganggu dan sambil melakukan proses penggemburan tanah. Penyiangan dilakukan sekitar seminggu  setelah proses tanam dan sekitar sebulan  setelah proses tanam.

3). Pemupukan

Proses pemupukan Kita lakukan sekali sebulan. Jenis pupuk yang direkomendasikan adalah NPK serta unsur mikro lainnya.

4). Pengairan dan Penyiraman

Proses penyiraman Kita lakukan satu sampai dua kali setiap harinya.

Sekian yang dapat penulis sampaikan pada kesempatan kali ini. Semoga bermanfaat.

Post a Comment for "Teknik Budidaya Tanaman Hias Gerbera"